Detail Cantuman
Advanced SearchText
Emak, Aku Minta Surgamu, Ya...
Dua kakak beradik--Pak Haris dan Mak Ijah--saling berebut sawah warisan orang tua. Mereka sama-sama tidak ingin mengalah. Keduanya merasa sebagai pemilik sawah itu. Dan, kebencian di antara keduanya menurun pada anak-anak mereka, terutama pada Nugroho, anak kandung Pak Haris.
Nugroho adalah pemuda yang hidup berkecukupan dan dapat menikmati pendidikan hingga perguruan tinggi. Sedangkan, sepupunya, Dimas, anak Mak Ijah, harus puas tinggal di sebuah gubuk dan putus sekolah.
Keduanya bak bumi dan langit. Nugroho begitu membenci Dimas. Namun, tidak demikian dengan Dimas. Sayang, Nugroho menganggap Dimas bersikap munafik. Tentu saja, keadaan pun makin hari makin jauh dari kata damai.
Sebuah novel yang benar-benar layak untuk kita simak. Dengan gaya penceritaan yang lincah dan lembut, kisah ini dapat menjadi cermin betapa mengerikannya efek dari menanam rasa iri dan rakus dalam jiwa seorang manusia!
Ketersediaan
| F140813PC1 | 813 Tau e | My Library | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
813 Tau e
|
| Penerbit | Diva Press : Yogyakarta., Juni 2013 |
| Deskripsi Fisik |
406 hlm.; 20 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
978-602-7933-49-1
|
| Klasifikasi |
813
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






