Image of Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai

Text

Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai



Di sebuah pesantren, ada dua orang kiai yang berdebat tentang hukum kesenian. Salah seorang dari mereka bersikeras bahwa kesenian itu syirik bahkan haram. Para santri menyaksikan perdebatan itu dengan hati berdebar. Dari kejauhan, terdengar suara musik dari loudspeaker. Kiai yang saya kisahkan itu mulai meledak-ledak dan menyebut seni itu haram, tetapi kedua kakinya bergerak-gerak mengikuti irama. Para santri melihat bahwa kaki beliau bukan bergerak menggeleng-geleng, melainkan mengangguk-angguk. Maka, kami tiru anggukan ritmis kaki Pak Kiai, sebab gerak kaki beliau lebih merupakan ungkapan batinnya dibandingkan lisannya.
***
Melalui buku ini, Emha Ainun Nadjib, menguliti dalam-dalam perkara kemusliman "birokrasi". Ketaatan yang penuh rasa "takut kepada atasan", bukan kecintaan dan pengabdian kepada Tuhan. Semua kemudian berputar pada surga dan neraka, halal dan haram, pahala dan dosa. Detail-detail ritual yang malah memicu perbedaan pendapat antar-umat. Dalam kegelisahannya, Emha seolah berbicara pada naluri kita, "Apa tidak malu kita kepada-Nya, pada akal dan perasaan kita sendiri?"


Ketersediaan

U151018PC12X5 Emh aMy Library (Rak 7)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2X5 Emh a
Penerbit Bentang : Yogyakarta.,
Deskripsi Fisik
x, 414 hlm.; 20,5 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-291-077-0
Klasifikasi
2X5
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this