<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3712">
 <titleInfo>
  <title>Bukan Diary Biasa</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Itmam Luthfi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aba Tajul Alang Kholwaty</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Lamongan</placeTerm>
   <publisher>Pustaka Ilalang</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>208 hlm.; 21 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Novel ini berkisah tentang perjalanan seorang remaja kampung bernama Syarif Ahmad dalam meraih cita-cita. Semenjak kekcil, dia ingin sekali menjadi dokter. Namun sayang, cita-citanya itu terlalu mahal baginya, juga kedua orang tuanya yang sangat sederhana. &#13;
Kegagalannya meraih cita-cita membuat hidupnya terpuruk. Ia tak ubahnya mayat hidup. Karena baginya, cita-cita adalah ruh, elemen terpenting di dalam  tubuh yang akan membuat jazad setiap manusia tetap hidup dan utuh. Siapa saja wajib memiliki. Karena tanpanya, seseorang akan hidup dalam kehinaan, atau mati dalam penyesalan. &#13;
Dalam kelemahan lahir dan batin itu, Syarif melalui hari-hari sepinya dengan bermunajat kepada Allah. Satu setengah tahun lamanya dia mengengadah menatap langit, melepas doa-doa, memohon petunjuk Sang Kuasa. Dan satu hari kemudian, sebuah jawaban datang. &#13;
Jawaban atas doa-doa yang Syarif panjatkan sekian lama, membawanya pada sebuah tempat yang sebenarnya belum pernah terpetakan dalam hati dan pikirannya. Tempat itu adalah sebuah Pondok Pesantren. Awalnya dia ragu, tapi ia tak bisa menolak. Ia sadar, hidup adalah sebuah perjalanan rahasia. Seperti apapun rahasia yang akan terkuak nanti, ia tak perlu menguaknya di saat ini. Dia hanya perlu melangkah, melewati lorong-lorong rahasia yang telah Allah tetapkan untuknya. Impian boleh gagal teraih, tapi kebahagiaan masa depan harus diperjuangkan dari sekarang. &#13;
Dan benar, tempat baru yang tak pernah dia inginkan itu membawanya pada rahasia-rahasi indah yang mendatangkan kebahagiaan. Di pesantren, ruh hidupnya kembali tertiup. Sebuah cita-cita baru tumbuh, menggantikan cita-cita lamanya. Gairah hidup yang sempat padam, kembali membara dan menyala-nyala. Selamat membaca!</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Fiksi</topic>
 </subject>
 <classification>813</classification>
 <identifier type="isbn">6027731222</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN ARGA PUSTAKA SMA NEGERI 1KUTOWINANGUN</physicalLocation>
  <shelfLocator>813 Itm b</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">F164793PC1</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>813 Itm b</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>bukan_diari_biasa.JPG.JPG</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3712</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-01-31 09:47:47</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-01-31 09:48:39</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>