Image of Pesawat Kertas Terakhir

Text

Pesawat Kertas Terakhir



"Ini untuk kamu."
"Pesawat kertas terakhir? Tidak mau, Gilang. Tidak mau."
"Ini untuk mengenang perpisahan kita. Lambang janji bahwa kita akan bertemu kembali."
Angel mengembalikan pesawat kertas itu kepada Gilang.
"Kalau begitu, berikan pesawat kertas ini ketika kita bertemu kembali."
"Kamu bersedia menunggu?"

Gilang memiliki impian sederhana yaitu menjadi pilot pesawat tempur. Syaratnya cuma satu, harus berhasil lulus ujian sekolah. Bantuan untuknya mencapai cita-cita itu datang dari seorang murid baru yang pintar asal Aceh. Yang tak hanya mencuri perhatiannya, tetapi juga perhatian Hendra, sahabatnya. Untuk setiap bantuan yang diberikan Angel, Gilang menghadiahinya satu pesawat kertas.
Hari demi hari berlalu, bukan hanya persahabatan yang tumbuh, tapi ada perasaan lain yang juga ikut mekar di antara mereka.
Kelulusan sekolah sudah di depan mata. Angel harus kembali ke tanah kelahirannya, sedangkan Gilang melanjutkan studi di akademi militer di Yogyakarta.
Dengan pesawat kertas terakhir, Gilang mengutarakan isi hatinya kepada Angel dan berjanji akan menemuinya kembali. Sayangnya, ketika ingin memenuhi janji tersebut, tragedi dahsyat tsunami menghantam bumi Aceh, menghancurluluhkan Serambi Mekah itu. Akankah pesawat kertas terakhir itu berlabuh di hati angel?
Kisah inspiratif penuh haru di balik tragedi tsunami Aceh ini akan menjawabnya.


Ketersediaan

F164812PC1813 Agn pMy LibraryTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Missing

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
813 Agn p
Penerbit Loveable : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
ii, 222 hlm.; 19 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-72905-7-0
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this