Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Tambelo: Meniti Hari di Ottakwa
Bagaimana rasanya menjadi orang terasing di sebuah suku di pesisir Papua? Roni merasakannya setelah kapal yang ditumpanginya pecah dihantam pohon. Lingkungan dan penduduk yang masih alami dan sederhana itu ternyata memberinya pelajaran banyak hal. Di antaranya tentang arti sebuah kejujuran yang sudah menjadi barang langka di kota-kota besar.
Keterasingan yang membuatnya harus berbagi ilmu yang sedikit untuk menjadi guru bagi anak-anak suku Kamoro yang lama ditinggalkan para gurunya. Anak-anak yang polos itu juga memberikan pelajaran tentang perbedaan pengajaran yang telah diterimanya dulu, di Jawa, selain pengenalan kekayaan hutan yang mencengangkan.
Sebuah cerita yang lugas, diseling senyum simpul, tawa, juga tangis. Namun, di balik semua itu, buku ini membawa kita berwisata kekayaan budaya nusantara berlatar suku Kamoro di Papua. Buku dwilogi pertama ini akan berlanjut pada dwilogi kedua berjudul Kembalinya si Burung Camar yang akan menuntaskan petualangan Roni.
Ketersediaan
| U176043HC1 | 813 Red t | My Library | Tersedia |
| U176044HC2 | 813 Red t | My Library | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
813 Red t
|
| Penerbit | Era Adicitra Intermedia : Surakarta., 2008 |
| Deskripsi Fisik |
viii, 136 hlm.; 21 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
979-3527-15-3
|
| Klasifikasi |
813
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






