<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3881">
 <titleInfo>
  <title>Kesebangunan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dewi Marsiyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ngapiningsih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Klaten</placeTerm>
   <publisher>intan pariwara</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>iv, 68 hlm.: ilus.; 21 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebelum sebuah mobil diproduksi, terlebih dahulu perusahaan otomotif membuat desain dari mobil tersebut. Desain itu dibuat lebih dari satu, kemudian dipilih desain yang paling menarik sesuai dengan perkembangan zaman. Dari desain mobil yang terpilih, selanjutnya dibuat miniatur (model mobil dalam ukuran kecil). Setelah miniatur dirasa cukup layak diproduksi, dibuatlah prototipe (bentuk awal) dari mobil tersebut. Ukuran mobil prototipe sebanding dengan ukuran miniatur mobil. Artinya ukuran bagian-bagian mobil prototipe sebanding dengan ukuran bagian-bagian dari miniatur mobil. Berarti pula mobil prototipe sebanding dengan ukuran bagian-bagian dari miniatur mobil. Berarti pula mobil prototipe sebangun dengan miniatur mobil. Itulah salah satu penerapan konsep kesebangunan dalam bidang industri mobil. Bagaimanakah penerapan konsep kesebangunan di bidang lain? &#13;
&#13;
Konsep kesebangunan juga penting dalam rancangan membuat gedung, menara, dan pesawat terbang. Maka dari itu, materi-materi tentang kesebangunan yang berkaitan dengan perhitungan dan ukuran dipelajari di buku ini. Berawal dari konsep-konsep kesebangunan yang sederhana, dilanjutkan sampai dengan contoh-contoh penerapannya disajikan di dalam buku ini. Jadi, untuk menambah pengetahuanmu tentang kesebangunan, belajarlah mulai dari sekarang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Ilmu Ukur</topic>
 </subject>
 <classification>516</classification>
 <identifier type="isbn">9792806366</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN ARGA PUSTAKA SMA NEGERI 1KUTOWINANGUN</physicalLocation>
  <shelfLocator>516 Dew k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">U176013HC1</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>516 Dew k</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">U176014HC2</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>516 Dew k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3881</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-03-27 09:35:02</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-03-27 09:36:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>