Image of Angan Senja & Senyum Pagi

Text

Angan Senja & Senyum Pagi



Hujan malam itu lambat dan panjang. Angan dan Pagi saling mematung, terpisah jarak dari kisah mereka yang beku di ujung waktu. Lanskap taman seolah tak ingin menunjukkan diri, lampu merkuri temaram di antara mereka berdua, dikaburkan rintik hujan.

Angan memerhatikan wajah Pagi. Wajah itu, wajah yang pertama kali ia lihat belasan tahun lalu dan membuat matanya nyalang semalaman, wajah yang entah bagaimana diciptakan Tuhan dengan alis yang sempurna, hidung yang sempurna, bibir yang sempurna... Tak pernah bisa pergi dari inti memorinya selama ini.

Angan melangkah mendekat ketika payung miliknya lepas dari genggaman. Kemudian ia menarik ujung payung milik Pagi. Angan masih bisa melihat wajah Pagi dari balik payung bening itu, meski titik-titik hujan masa lalu sedikit mengaburkannya. Namun, itu cukup buat Angan... Itu cukup. Sebab ketika ia mengecup payung itu, seolah di kening Pagi, ia tak perlu menjelaskan apa-apa lagi.

Tentang Angan Senja yang tak pernah berhenti menanti Senyum Pagi.


Ketersediaan

F176062PC1813 Fah aMy LibraryTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
813 Fah a
Penerbit Falcon : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
360 hlm.; 20,5 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-60514-5-5
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this