Image of Cinta Farel

Text

Cinta Farel



Canan harus menyesali semua perilakunya yang tak menghargai kehadiran Farel selama ini.

"Jangan pergi dulu Farel, seni seviyorum (aku cinta kamu)!"

"Canan... ozur dilerim (maafkan aku)..."

Klik!
Telepon mati. Canan menjerit histeris. Hatinya hancur. Semua telah terlambat.

"Kolay gelsin...(semoga dimudahkan). Doaku tak akan pernah putus dan selesai untukmu Farel."

Persahabatan memang beda tipis sekali dengan percintaan. Canan tak lagi menyesali, namun menerima ikhlas semua ketulusan cinta kasih Farel yang dirasanya utuh, meski mereka kini telah terpisah ruang, jarak, dan waktu.


Ketersediaan

F164650PC1813 Kee cMy LibraryTersedia
F164651PC2813 Kee cMy LibraryTersedia
F164652PC3813 Kee cMy LibraryTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
813 Kee c
Penerbit Euthenia : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
iv, 143 hlm.; 19 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-398-007-9
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this