No image available for this title

Text

Sinta Obong



Setelah Rama Wijaya berhasil menaklukkan Rahwana, dia pun dia pun memboyong Dewi Sinta kembali ke Ayodya. Rama menikmati kembali haknya sebagai raja dan Sinta sebagai Prameswari Ayodya. Namun, kebahagiaan pasangan ini tidaklah berlangsung lama.

Rahwana yang terpasung antara hidup dan mati di puncak Gunung Karungrungan membalas dendam. Ditebarkannyalah gelembung-gelembung hawa jahatnya untuk mempengaruhi banyak orang agar keangkaramurkaan kembali mewarnai dunia yang semula tenang dan damai. Banyak orang di dunia yang terpengaruh oleh hawa jahatnya. Tak terkecuali para penguasa di Istana Ayodya dan para kawulanya. Mereka membangun intrik untuk memojokkan dan meruntuhkan kebahagiaan pasangan baru itu.

Dewi Sintalah yang kemudian menjadi sasaran. Kesuciannya dipertanyakan oleh banyak orang. Bagi Kawula Ayodya, tidak pantaslah mereka memiliki seorang permaisuri yang derajatnya kotor tercemar oleh hawa nafsu Rahwana, Raja Alengka yang kaya raya dan gagah perkasa itu.

Lantas, bagaimanakah nasib Sinta? Benarkah Rama pun ragu terhadap kesucian istri tercintanya? Dan, benarkah untuk meyakinkan itu semua, Dewi Sinta harus melaksanakan upacara penyucian dengan menerjunkan diri ke dalam api yang menyala-nyala hebat?

Sungguh, sebuah kisah yang sangat menggetarkan hati siapa pun yang membacanya. Sebuah kisah yang menawarkan banyak pelajaran tentang arti sebuah kesetiaan, cinta, dan harga diri!


Ketersediaan

F176279HC1813 Ard sMy LibraryTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Missing

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
813 Ard s
Penerbit Diva Press : Yogyakarta.,
Deskripsi Fisik
440 hlm.; 20 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-7640-44-3
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this