Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Bapak, Kapan Kita Akan Berdamai?
Pakk!
Tangan kasar berhasil mendarat di pipiku, Perih.
"Kapan sikap pembangkangmu itu bisa berubah?"
"Sampai Bapak juga bisa melunak terhadapku," jawabku.
Pukulan kedua mendarat di perutku.
Marolop kecil tidak mengerti, mengapa baju Natalnya berbeda dengan milik kakak-kakaknya. Ia tidak mengerti, mengapa Bapaknya tidak pernah mengajak bercanda ria. Ia tidak mengerti, mengapa harus menerima hantaman hanya karena bermain di bawah hujan.
Hingga akhirnya, Marolop berhenti berusaha mengerti. Tidak peduli lagi dengan alasan kebencian bapaknya, Marolop yang masih remaja memilih pergi, jauh ke Kota Bogor.
Tanah rantau mengajarkannya banyak hal. Namun, masa lalu tetap mengetuk sela-sela waktu Marolop, memaksa kembali masuk. Atau mungkin sebenarnya perasaan itu memang tidak pernah keluar. Perasaan tidak diterima oleh bapak sendiri sudah bercokol kuat dalam diri, membuatnya jadi pemuda yang benci sekaligus iri melihat kasih sayang bapak kepada anaknya.
Hingga akhirnya, alasan kebencian bapaknya terkuak. Dan Marolop harus belajar makna kedewasaan.
Ketersediaan
| F176341HC1 | 813 Reg b | My Library | Sedang Dipinjam (Jatuh tempo pada2026-09-23) |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
813 Reg b
|
| Penerbit | de TEENS : Yogyakarta., 2015 |
| Deskripsi Fisik |
264 hlm.; 19 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
978-602-0806-37-2
|
| Klasifikasi |
813
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






