Detail Cantuman
Advanced SearchText
90 Menit Bersama Sokrates
Seratus tahun setelah kelahirannya, filsafat mencapai titik puncak perkembangan dengan munculnya Sokrates. Si "buruk rupa" ini menghabiskan waktunya untuk berbicara tentang filsafat di jalanan Athena hingga tak ada watu lagi baginya untuk menuliskan apapun yang ia ucapkan. Dengan pertanyaan-pertanyaan yang tajam, ia memperkenalkan metodenya yang terkenal dengan istilah dialektik. Metode inilah yang menjadi pendahulu logika Aristoteles. Metode ini pulalah yang ia gunakan untuk menyerang omong kosong lawan-lawannya untuk sampai pada kebenaran. Sokrates percaya bahwa jauh lebih baik kita bertanya tentang diri kita sendiri daripada dunia di luar kita. Sokrates menempatkan nalar sebagai landasan filsafat. Ia percaya bahwa hanya dengan pemikiran, bukan dengan indera, kita dapat memahami dunia. Sokrates harus mengakhiri hidupnya dengan tragis. Dengan tuduhan murtad dan meracuni kaum muda, ia pun dihukum mati. Semangkuk racun ditenggaknya dan berakhirlah hidupnya.
Ketersediaan
| 110507HC1 | 183.2 Str 9 | My Library | Tersedia |
| 110507HC2 | 183.2 Str 9 | My Library | Tersedia |
| 110507HC3 | 183.2 Str 9 | My Library | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
183.2 Str 9
|
| Penerbit | Erlangga : Jakarta., 2001 |
| Deskripsi Fisik |
80 hlm.; 19 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
979-688-219-1
|
| Klasifikasi |
183.2
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






